Terbayang kalimat itu mengalir dari bibir lembut seorang ibu, mengajarkan tauhid pada sang buah hati smabil mengusap rambutnya dengan penuh cinta. Terbayang raut wajah teduh keibuan, berbekal sayang bercampur cemas menasihati anaknya yang manja dipangukan, agar terhindar dari murka Allah.
Menikah tidak dimulai dari memilih jodoh. Menikah dimulai dari menata hal-hal dalam diri. Setelah semua luka berhasil dibasuh, maka kita baru dapat memasang cita-cita. Kita cari guru dan petunjuk, bebaskan diri kita dari tekanan manusia. Lalu, terutama, kita menjauh, sejauh-jauhnya, dari cinta yang haram.
Masalah kerumahtanggaan adakalanya muncul dalam bentuk sedemikian pelik seakan tak terpecahkan. Padahal rumahtangga seharusnya membawa kebahagiaan. Dalam menangani masalah ini, orang sering melakukan pemecahan emosional, atau rasional ataupun psikologis yang sayangnya hanya sebatas itulah, padahal masalahnya sesungguhnya lebih jauh lagi. Bukankah Islam banyak membeirkan petunjuk ke arah ini? It…
Biasanya, buku yang mengkaji masalah keluarga dimulai dari penjelasan bahwa keluarga itu merupakan salah satu nikmat Allah yang terbesar bagi manusia, kemudian diiringi dengan menyebutkan dalil dan bukti berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis yang mulia. Namun, buku ini mencoba menjauhi pembahasan dengan cara seperti itu. Ingin tahu apa yang berbeda dari buku ini dengan buku yang lain?…