Dalam perkembangannya, tak jarang massa lebih suka mendengar pidato Bung Karno daripada Tjokroaminoto. Dalam periode yang sama, Bung Karno juga menulis di publikasikan sarekat islam asuhan tjokroaminoto. Dalan setiap tulisannya, Bung Karno menggunakan nama samaran "Bima" Tulisan-tulisannya pun sontak menyedot perhatian publik, terlebih aparatur Hindia Belanda